-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Tokoh Adat Sentani Kompak Tolak Rencana Aksi Demo KNPB, Ajak Masyarakat Ikut Jaga Kedamaian

24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T07:48:36Z
Para toko adat Sentani saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. 

SENTANI |  Papuareels.id – Sejumlah Ondofolo dan tokoh adat Sentani menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah menjelang rencana aksi demo KNPB yang direncanakan akan dilakukan pada tanggal 3 Agustus mendatang. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat besar para Ondofolo dari wilayah Sentani Timur, Sentani Tengah, dan Sentani Barat yang digelar di Kampung Hobong, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Jumat (24/7/2026). 

Rapat tersebut menjadi forum musyawarah para pemimpin adat untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pembangunan, menjaga persatuan masyarakat, serta menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Jayapura.

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, mengatakan rapat besar tersebut bertujuan memperkuat kebersamaan seluruh tokoh adat dalam mewujudkan Sentani yang lebih maju dan sejahtera.

"Hari ini kami menggelar rapat besar dengan tujuan utama membangun Sentani yang lebih baik ke depan. Kami ingin masyarakat hidup lebih sejahtera, sehingga dalam rapat ini akan diputuskan berbagai langkah yang berpihak kepada kemajuan masyarakat Sentani," ujarnya.

Menurut Yanto, salah satu fokus utama pembahasan adalah menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Jayapura, khususnya di wilayah adat Sentani.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya yang berada di Sentani dan Kabupaten Jayapura, untuk bersama-sama menjaga keamanan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai rencana aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan menghormati komitmen para tokoh adat. Jangan sampai ada aksi-aksi yang membuat situasi menjadi tidak kondusif. Mari kita bersama-sama menjaga wilayah adat kita demi kemajuan Kabupaten Jayapura," katanya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan penolakan terhadap segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan, termasuk rencana aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus mendatang.

"Kami tidak akan mengizinkan adanya tindakan anarkis ataupun demonstrasi yang mengganggu ketenteraman di wilayah adat kami. Tanah ini adalah rumah besar kita bersama. Siapa pun yang datang dan tinggal di sini harus menghormati aturan adat yang berlaku," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh generasi muda Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak luar yang dapat memecah persatuan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh pemuda Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura, agar tidak mengikuti pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat mengganggu persatuan. Mari kita tetap fokus membangun daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Senada dengan itu, Ondofolo Hedam Dasim Kleubeuw, Harly Ohhey, mengaku telah berulang kali menyampaikan kepada aparat kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap aksi yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Saya sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian, baik Polda Papua, Polresta Jayapura Kota maupun Polres Jayapura, agar tidak mengizinkan rencana demonstrasi tersebut karena dikhawatirkan dapat berujung pada tindakan anarkis yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Harly juga mengimbau seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat non-Papua, agar tidak mudah terhasut maupun ikut terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terhasut. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketenangan daerah kita. Jayapura selama ini dikenal sebagai daerah yang damai, sehingga menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga situasi tersebut tetap kondusif," ujarnya.

Melalui rapat besar tersebut, para Ondofolo berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat persatuan, menghormati hukum adat, serta bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Diketahui, Dalam konferensi pers tersebut juga dihadiri Ondofolo Kampung Sosiri, Boaz asa Enock, Ondofolo Yoka, David R Mebri, Kepala Suku Doyo Lama, Barnabas Nukuboy, Ondofolo Kampung Yobeh, Bernard Felle, Ondofolo Kampung Abar, Cornelis Doyapo, Ondofolo Babrongko, Ramses Wally, Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, Ondofolo Kampung Putali, Jhon Victor Monim, Ondofolo Puay, Yakob Fiobetauw.
×
Berita Terbaru Update