JAYAPURA | Papuareels.id – Kepolisian Daerah Papua melalui Direktorat Reserse Narkoba menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor krusial dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika, khususnya sabu, di wilayah Papua.
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian, mengatakan pengawasan jalur peredaran narkotika terus diperkuat seiring dengan semakin berkembangnya modus operandi jaringan pelaku.
Pihak kepolisian secara rutin melakukan deteksi dini terhadap pergerakan jaringan narkoba, termasuk memantau aktivitas residivis dan individu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Menurut Alfian, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polda Papua menjamin keamanan serta kerahasiaan identitas warga yang berani memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Kami menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi. Jangan takut untuk melapor, karena bantuan informasi Anda sangat berarti bagi keselamatan generasi kita,” tegas Kombes Alfian di Mapolda Papua, Jumat (30/1/2026).
Selain penindakan hukum, Polda Papua juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menangani para pengguna narkotika. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta KUHP yang baru, dengan penerapan keadilan restoratif atau restorative justice bagi korban penyalahgunaan.
Namun demikian, Alfian mengakui keterbatasan fasilitas rehabilitasi resmi di Papua masih menjadi tantangan. Sebagai langkah sementara, para pengguna narkotika dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pengawasan ketat, disertai kewajiban lapor secara rutin kepada aparat.
Di saat yang sama, Polda Papua terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Pemerintah Daerah, serta Dinas Sosial guna mendorong penguatan sarana dan prasarana rehabilitasi di masa mendatang.
Alfian juga mengungkapkan bahwa para pelaku peredaran sabu di Papua terus berupaya mempelajari pola kerja aparat dan mengubah modus operandi mereka.
"Oleh karena itu, kepolisian dituntut untuk lebih dinamis, adaptif, dan responsif dalam melakukan pengungkapan di lapangan," ujar Alfian.
Dengan dukungan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor, Polda Papua optimistis upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif demi melindungi generasi muda dan menjaga keamanan di Tanah Papua.