-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Tokoh Adat Papua Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Mama Yasinta dan Tetap Dukung Pembangunan

08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T04:28:38Z
Dua tokoh adat Papua saat memberikan keterangan pers di Sentani, Senin (8/6/2026). 

SENTANI | Papuareels.id – Ondofolo Kampung Homfolo Anderson Tokoro dan Ondofolo Kampung Puay yang juga Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Jayapura, Yakob Fiobetauw, mengajak masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan maupun pemberitaan mengenai tokoh masyarakat Papua Selatan, Mama Yasinta Moiwend.

Kedua tokoh adat tersebut menilai masyarakat perlu menyikapi berbagai informasi secara bijaksana serta tetap menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian demi mendukung pembangunan di Tanah Papua.

Yakob Fiobetauw mengatakan narasi yang berkembang saat ini telah bergeser dari perdebatan mengenai PSN menjadi isu dugaan penculikan dan intimidasi terhadap Mama Yasinta.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dicermati secara objektif agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya melihat ada keterkaitan antara isu yang berkembang saat ini. Awalnya berbicara tentang penolakan PSN, kemudian berkembang menjadi narasi penculikan dan intimidasi terhadap Mama Yasinta. Saya berpendapat ada pihak-pihak tertentu yang memainkan isu ini sehingga berpotensi menghambat pembangunan di Papua, khususnya di Papua Selatan,” ujar Yakob dalam konferensi pers di SENTANI, Senin (8/6/2026). 

Ia mengajak masyarakat untuk melihat program pembangunan yang dijalankan pemerintah dari sisi positif karena bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga situasi yang kondusif agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

“Kita harus berpikir positif terhadap program pembangunan yang diturunkan pemerintah pusat. Semua ini bertujuan membangun tanah Papua yang kita cintai. Karena itu, mari kita menjaga kebersamaan, keamanan, dan kedamaian agar seluruh program dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Senada dengan itu, Anderson Tokoro mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Menurutnya, masyarakat harus mampu memilah informasi yang diterima dan tidak menelan mentah-mentah setiap narasi yang beredar.

“Masyarakat boleh mendengar berbagai pendapat, tetapi ambillah yang baik dan buang yang buruk. Jika yang disampaikan bertujuan membangun masyarakat dan daerah, silakan diterima. Namun jika justru menimbulkan perpecahan, jangan diikuti,” ujarnya.

Anderson menilai masyarakat akar rumput sering kali menjadi pihak yang paling terdampak ketika terjadi konflik atau perbedaan kepentingan di tingkat elite. Karena itu, ia berharap seluruh pihak mengedepankan dialog dan kebersamaan dibanding saling menyalahkan.

Menurut kedua tokoh adat tersebut, masyarakat Papua dikenal sebagai masyarakat yang cinta damai dan menginginkan kemajuan bagi daerahnya. Oleh sebab itu, berbagai upaya yang berpotensi menghambat pembangunan maupun mengganggu stabilitas keamanan seharusnya dihindari.

Terkait isu dugaan penculikan dan intimidasi terhadap Mama Yasinta, Anderson meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum dan pihak berwenang.

“Jika memang ada persoalan terkait Mama Yasinta, serahkan kepada pihak berwenang. Biarkan aparat yang menjalankan tugasnya untuk memastikan keamanan dan keselamatan beliau. Kita hidup di negara hukum yang memiliki mekanisme untuk menyelesaikan setiap persoalan,” tegasnya.

Keduanya mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Papua Selatan dan Kabupaten Jayapura, untuk tetap menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan. 
×
Berita Terbaru Update