-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Berawal dari Kisah Alfa, Senator Lalita Kini Biayai Pendidikan 10 Anak Papua Berprestasi

23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T02:11:03Z
JAYAPURA |  Papuareels.id – Pertemuan dengan seorang siswa berprestasi yang nyaris putus sekolah karena keterbatasan ekonomi menjadi titik awal lahirnya program beasiswa yang kini telah mengubah masa depan 10 anak Papua. 

Anggota DPD RI asal Papua, Lalita, S.H., M.H., memilih menggunakan dana pribadinya untuk memastikan mereka tetap bisa mengenyam pendidikan.

Program yang telah memasuki tahun kedua itu berawal saat Lalita mengunjungi SMAN 2 Jayapura dan SMA Gabungan Jayapura, sekolah yang juga merupakan almamaternya. Di sana ia bertemu Alfa, seorang siswa berprestasi yang terancam menghentikan pendidikan karena keluarganya tidak mampu membiayai sekolah.

Kisah Alfa menggugah hati Lalita. Ia kemudian memanggil kepala sekolah dan orang tua siswa, lalu menyatakan kesediaannya menjadi orang tua asuh. Awalnya hanya tiga siswa yang menerima bantuan, namun program itu terus berkembang hingga kini menjangkau sekitar 10 anak Papua.

"Saya mempertemukan orang tua dan anak-anak binaan yang saya berikan beasiswa sejak tahun lalu. Ini murni menggunakan uang pribadi saya, tanpa bantuan siapa pun, karena saya ingin membantu mereka," ujar Lalita.

Menurutnya, pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan. Ia tidak ingin anak-anak Papua kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan biaya.

"Daripada anak-anak putus sekolah dan akhirnya kehilangan masa depan, lebih baik saya membantu semampu saya. Mungkin bantuan saya tidak besar, tetapi saya berharap bisa menjadi jalan bagi mereka meraih cita-cita," katanya.

Bagi Lalita, setiap keberhasilan yang diraih para penerima beasiswa menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia meyakini anak-anak Papua memiliki kemampuan yang sama dengan pelajar dari daerah lain apabila memperoleh kesempatan yang setara.

"Saya tidak mau ada anak Papua putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Mereka cerdas, mereka berprestasi, dan mereka pantas mendapatkan kesempatan yang sama," tegasnya.

Perubahan itu dirasakan langsung oleh Alfa. Ia mengaku bantuan dari Lalita membuatnya tetap bisa bersekolah dan terus mengejar prestasi.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Lalita. Tanpa bantuan beliau, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Beliau memberi saya kesempatan untuk terus belajar dan meraih cita-cita," ungkap Alfa.


Rasa syukur juga disampaikan orang tua para penerima beasiswa. Salah seorang perwakilan keluarga bahkan menyebut Lalita sebagai "Bin Syowi", sebutan dalam budaya Biak untuk perempuan yang sangat dihormati karena kepedulian dan kasih sayangnya kepada sesama.

Bagi Lalita, membangun Papua bukan hanya melalui infrastruktur, tetapi juga dengan memastikan generasi mudanya memperoleh pendidikan yang layak.

"Saya percaya masa depan Papua ada di tangan anak-anak ini. Selama saya masih diberi kemampuan, saya akan terus membantu. Tidak boleh ada mimpi anak Papua yang berhenti hanya karena persoalan biaya," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update