Foto bersama belasan perwakilan pemuda adat Kabupaten Jayapura saat Konferensi pers di Sentani, Kamis (30/7/2026).
SENTANI | Papuareels.id – Sejumlah pemuda adat di Kabupaten Jayapura menyatakan sikap menolak rencana aksi yang akan digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus mendatang. Mereka mengajak seluruh generasi muda untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Jayapura melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
Ketua Koordinator Lapangan Konsolidasi Pemuda Adat Kabupaten Jayapura, Manase Bernard Taime menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan maupun mengarah pada tindakan separatis dan anarkis.
"Kami menolak dengan tegas segala bentuk aksi yang berbau separatis dan mengakibatkan tindakan anarkis. Pengalaman selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa aksi seperti ini tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga Kabupaten Jayapura agar tetap damai," ujarnya saat ditemui di Sentani, Jumat (30/7/2026).
Terlepas dari itu, dalam rangka menyongsong HUT RI ke 81, pihaknya juga akan menggelar Konsolidasi Pemuda Adat untuk penguatan kapasitas pemuda adat Kabupaten Jayapura pada 3 Agustus di Lapangan Theys, Kota Sentani, sebagai wadah kreativitas dan kebersamaan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, para pemuda berharap masyarakat, khususnya anak-anak muda di kampung-kampung, memilih berpartisipasi dalam aktivitas yang membangun daripada mengikuti aksi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
"Kami mengajak seluruh elemen pemuda di kampung-kampung untuk hadir dalam kegiatan positif yang telah kami siapkan. Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda Kabupaten Jayapura mampu menjadi pelopor persatuan dan kedamaian," katanya.
Manase juga menilai bahwa perjuangan tidak dapat dibenarkan apabila justru menimbulkan korban di tengah masyarakat sendiri.
"Kalau sebuah perjuangan sampai mengorbankan atau menyakiti keluarga sendiri, itu bukan perjuangan yang benar. Karena itu mari kita bersatu menjaga tanah ini tetap aman dan damai dalam bingkai NKRI," tegasnya.
Senada dengan itu, Martinus Mandowali, pemuda asal wilayah Tanah Merah, menyampaikan bahwa sebagai generasi muda adat mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tanah kelahiran agar tetap aman, damai, dan sejahtera.
"Kami melihat rencana aksi tersebut berpotensi meresahkan situasi dan kondisi masyarakat. Sebagai anak adat, kami mempunyai hak dan tanggung jawab menjaga negeri kami agar tetap aman, damai, dan sejahtera," ujarnya.
Ia berharap seluruh pemuda Kabupaten Jayapura dapat berpartisipasi dalam kegiatan positif yang telah disiapkan pada 3 Agustus mendatang sebagai bentuk kontribusi nyata menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah.
"Kami berharap semua anak muda di Kabupaten Jayapura tidak ikut dalam kegiatan yang dapat merusak situasi daerah. Mari bergabung bersama kami dalam kegiatan positif yang akan dilaksanakan demi masa depan Kabupaten Jayapura yang aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya.
Diketahui, Konferensi pers tersebut turut dihadiri belasan pemuda adat dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura.