Pembagian bibit kepada masyarakat kampung Sabron Yaru.
SENTANI | Papuareels.id – Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum bagi masyarakat Kampung Sabron Yaru, Kabupaten Jayapura, untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam mengembangkan pertanian dan membangun ketahanan pangan dari tingkat kampung.
Hal tersebut disampaikan Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, saat kegiatan penyuluhan pertanian, pembagian bibit dan bakti sosial dengan tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua,” Rabu (23/9/2026).
Nikodemus mengatakan, masyarakat adat memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pangan karena memiliki lahan yang dapat dikembangkan untuk kegiatan pertanian.
Ia berharap penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi dapat mendorong warga mulai mengembangkan lahan secara produktif.
“Bibit yang diberikan jangan hanya diterima, tetapi harus ditanam dan dirawat. Harapannya nanti bisa menghasilkan dan membantu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adat perlu terus diperkuat.
Nikodemus juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di kampung. Ia menyampaikan terima kasih karena pemerintah pusat telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan penyuluhan, pembagian bibit dan bakti sosial tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kampung Sabron Yaru,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nikodemus juga menyampaikan dukungannya terhadap PSN di Merauke yang berkaitan dengan pengembangan sektor pangan.
Ia menilai pengembangan kawasan pangan di Papua dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, dengan tetap memperhatikan keterlibatan dan kepentingan masyarakat adat.
“Kami mendukung program pemerintah untuk membangun ketahanan pangan, termasuk yang dilakukan di Merauke. Yang penting masyarakat adat juga dilibatkan dan diberikan kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan sektor pangan di Papua dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kita punya tanah dan potensi yang besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik supaya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Usai penyuluhan pertanian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada puluhan masyarakat sebagai bagian dari bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.
Nikodemus berharap kegiatan tersebut menjadi awal untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian sekaligus mewujudkan lumbung pangan di tingkat kampung.