SENTANI | Papuareels.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Sabron Yaru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, tidak hanya diisi dengan perlombaan tradisional. Momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan masyarakat melalui penyaluran 50 paket sembako.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut mempertemukan masyarakat, tokoh adat, orang tua, anak-anak, guru dan pemerintah dalam suasana kebersamaan.
Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengatakan pemberian bantuan dan kegiatan bersama masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus momentum untuk membangun kebersamaan di kampung.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting, bukan hanya dalam memberikan bantuan, tetapi juga membangun komunikasi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat adat.
“Ini merupakan langkah awal untuk membangkitkan semangat dan membulatkan satu tekad. Tidak ada perbedaan antara orang Papua asli dengan orang non-Papua. Kita harus bersatu, berpegang teguh, dan menuju pembangunan yang lebih maju,” ujar Nikodemus.
Ia berharap bantuan sosial yang diberikan tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan saja. Pemerintah diharapkan dapat terus hadir dan menjalin komunikasi dengan masyarakat adat dalam berbagai kesempatan.
“Kami berharap ke depan, pada tahun-tahun berikutnya maupun hari-hari besar lainnya, pemerintah tetap memiliki niat baik untuk datang bertemu dengan kami dan masyarakat adat,” katanya.
Nikodemus menilai, kegiatan bersama seperti ini memiliki nilai penting karena dapat mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Papua untuk Indonesia, dan Indonesia juga untuk Papua. Tetap satu kemerdekaan kita. Merdeka!” tegasnya.
Di sisi lain, suasana kegiatan semakin meriah dengan berbagai lomba tradisional khas perayaan 17 Agustus. Anak-anak mengikuti lomba balap karung, makan kerupuk dan membawa kelereng dengan penuh antusias, sementara orang tua memberikan dukungan.
Salah seorang guru, Martha Ayakeding, mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk menikmati suasana kemerdekaan sekaligus belajar tentang nilai kebersamaan.
“Kami sangat bangga. Kami memang membutuhkan kegiatan seperti ini untuk memotivasi anak-anak ke depan. Ini merupakan salah satu bagian dari mengisi kemerdekaan,” ujarnya.
Martha mengaku bersyukur meski persiapan kegiatan cukup singkat, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan kemasan yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
“Walaupun kegiatan ini sederhana, kami mengambil hikmahnya bahwa ini adalah bagian dari kemerdekaan dan bagian dari upaya kami mengisi kemerdekaan. Harapan kami, jangan hanya tahun ini. Tahun-tahun mendatang semoga kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi,” harapnya.
Kegiatan tersebut pun menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas sederhana, namun tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan sosial di tingkat kampung.