Foto bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, para petinggi Perwakilan BI Papua dan TNI-AL, Selasa (4/8/2026).
Selama sepekan, tim ekspedisi akan membawa uang Rupiah layak edar ke lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T), termasuk Pulau Bepondi yang berbatasan secara maritim dengan negara Palau.
Ekspedisi yang dilepas Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen di Jayapura, Papua, Selasa (4/8/2026), merupakan bagian dari sinergi strategis Bank Indonesia dan TNI AL untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di wilayah perbatasan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga identitas bangsa dan simbol kedaulatan negara. Karena itu, negara berkewajiban memastikan Rupiah hadir hingga ke wilayah paling terpencil di Indonesia.
Menurut Warsono, tantangan distribusi uang di Papua tidak ringan. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan infrastruktur, iklim tropis yang mempercepat kerusakan uang, hingga potensi penggunaan mata uang asing di kawasan perbatasan menjadi tantangan yang harus dihadapi.
"Melalui sinergi dengan TNI Angkatan Laut, Bank Indonesia dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan penukaran uang layak edar," ujarnya.
Sejak dimulai pada 2012, program kas keliling 3T hasil kolaborasi BI dan TNI AL telah menjangkau 745 pulau di seluruh Indonesia melalui 145 ekspedisi.
Pada 2026, layanan tersebut ditargetkan menjangkau 115 pulau di 20 provinsi. ERB Papua 2026 menjadi pelaksanaan ke-16 dari 23 ekspedisi nasional yang dijadwalkan tahun ini.
Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto menegaskan TNI AL mendukung penuh pelaksanaan ekspedisi dengan mengerahkan KRI Matabongsang-873 beserta seluruh awak kapal.
"Dukungan ini tentu merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan wilayah perairan sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen menilai layanan kas keliling sangat penting bagi masyarakat kepulauan yang masih mengandalkan transaksi tunai, khususnya di wilayah Biak Numfor, Supiori, dan Yapen yang belum memiliki akses perbankan memadai.
ERB Papua 2026 berlangsung pada 4–10 Agustus 2026 dengan rute Pulau Pai, Owi, Numfor, Bepondi, dan Yapen menggunakan KRI Matabongsang-873.
Kehadiran layanan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan uang layak edar masyarakat, tetapi juga mempertegas kehadiran negara hingga garis terdepan Indonesia di Samudra Pasifik.