-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Ondofolo Sentani Ingatkan Warga: Roma Agreement Adalah Sejarah, Jangan Dijadikan Isu Provokasi

28 September 2026 | September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T04:53:13Z


SENTANI |  Papuareels.id – Para ondofolo di Sentani mengingatkan masyarakat agar memahami Roma Agreement 30 September 1962 sebagai bagian dari sejarah Papua dan tidak membiarkan isu tersebut berkembang menjadi narasi provokatif yang dapat menggerakkan masyarakat melakukan aksi di Kabupaten Jayapura.


Imbauan itu disampaikan Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, dan Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, didampingi Ondofolo Kampung Kwadeware Nikson Marweri, Ondofolo Kampung Yobeh Alberth Felle, serta tokoh adat Sentani Barnabas Nukoboi, dalam konferensi pers di Sentani, Senin (28/9/2026).


Yacob mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu merupakan bagian dari perjalanan sejarah Papua. Karena itu, sejarah tersebut tidak seharusnya digunakan untuk menciptakan persoalan baru di tengah masyarakat.


“Peristiwa itu adalah sejarah. Jangan pernah kembali ke belakang. Mari kita berpikir ke depan, bagaimana kita hidup ke depan lebih baik,” ujar Yacob.


Ia meminta masyarakat Papua, khususnya warga Kabupaten Jayapura dan Sentani, tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang mengangkat kembali Roma Agreement menjelang momentum 30 September.


Menurut Yacob, masyarakat saat ini memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kehidupan keluarga dan masa depan generasi muda. Situasi keamanan yang kondusif diperlukan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa terganggu konflik maupun keresahan.


Ia juga menegaskan posisi Sentani sebagai rumah bersama yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.


“Kami para ondofolo Sentani sudah menjadikan Sentani sebagai rumah bersama yang didiami oleh semua orang,” katanya.


Sementara itu, Septinus Ibo mengatakan masyarakat Sentani memiliki pengalaman dan pengetahuan sejarah tersendiri mengenai perjalanan Papua. Karena itu, ia meminta warga tidak mudah menerima narasi mengenai Roma Agreement dari pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Orang Sentani yang lebih tahu. Makanya saya minta masyarakat jangan menyebarkan isu-isu provokatif dan melakukan aksi yang mengganggu Kamtibmas di Kabupaten Jayapura,” tegas Septinus.


Ia juga meminta masyarakat tidak mengikuti aksi maupun menyebarkan informasi negatif terkait 30 September dan Roma Agreement.


“Saya mengimbau untuk tetap aman, tenang di rumah dan jangan ikuti aksi apapun serta menyebarkan isu-isu negatif tentang tanggal 30 September, perjanjian di Roma itu,” ujarnya.


Septinus menegaskan perbedaan pandangan mengenai sejarah tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.


“Kita tidak boleh mengikuti isu-isu negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab dalam lingkungan kita hidup,” katanya.


Yacob menambahkan, masyarakat perlu meninggalkan hal-hal yang berpotensi membawa kembali persoalan masa lalu ke dalam kehidupan saat ini.


“Lupakan itu dan tinggalkan itu dan jadikan itu sebagai sebuah sejarah. Tetapi jangan membuat kekacauan-kekacauan di atas tanah Papua,” ujarnya.


Kedua ondofolo tersebut mengajak masyarakat menjadikan momentum 30 September sebagai pengingat sejarah, bukan sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.


Mereka berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, ketenangan dan kebersamaan sehingga Sentani tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, tenteram dan damai bagi seluruh warga.

×
Berita Terbaru Update