SENTANI | Papuareels.id – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Ondofolo Hedam Dasim Kleubeuw, Harly Ohei menggelar Dialog Pemuda Adat Papua Damai dan Bakti Sosial di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (24/10/2026), dengan mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat dan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat toleransi antarumat beragama demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Dalam kegiatan itu, Ondofolo Harly menyerahkan bantuan berupa alat olahraga dan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas positif pemuda sekaligus mempererat hubungan persaudaraan di lingkungan kampung.
Ondofolo Harly dalam pesannya mengajak para pemuda Papua agar menjauhi berbagai kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Ia menegaskan, generasi muda harus mampu memanfaatkan masa muda untuk melakukan hal-hal positif, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif dalam pembangunan kampung.
“Pemuda harus menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. Jangan mudah terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan negatif yang dapat merusak masa depan. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya, serta membangun kampung yang aman dan damai,” pesannya.
Menurutnya, pemuda adat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, nilai-nilai adat, toleransi, dan persaudaraan harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak mudah terpecah belah oleh berbagai persoalan.
Harly Ohei juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan menghargai setiap perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Perbedaan agama, suku, budaya, maupun pandangan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Ia mengajak generasi muda untuk saling menghormati dalam menjalankan ibadah, menjaga hubungan baik dengan pemeluk agama lain, serta menghindari tindakan maupun perkataan yang dapat menyinggung atau memecah belah masyarakat.
“Pemuda Papua harus menjadi pelopor perdamaian. Kita harus saling menghargai, menghormati perbedaan agama dan budaya, serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Jangan karena perbedaan kita terpecah, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan,” demikian Harly.
Ia juga mendorong para pemuda untuk mengisi momentum peringatan Sumpah Pemuda dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga, kegiatan sosial, dialog antarpemuda, serta berbagai aktivitas yang mendukung kemajuan kampung.
Harly Ohei turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut dapat terlaksana.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap generasi muda Papua dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pembinaan kepemudaan, pengembangan bakat dan olahraga, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi di tingkat kampung.
Rex Nataliano Ohee Bacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai
Sementara itu, perwakilan tokoh pemuda, Rex Nataliano Ohee, membacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai sebagai bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua.
Dalam deklarasi tersebut, Rex bersama para pemuda Papua menyatakan komitmen untuk senantiasa setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rex juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan provokasi dari paham separatis yang mengancam kedamaian di Tanah Papua.
Selain itu, para pemuda berkomitmen menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Deklarasi tersebut turut menekankan pentingnya menjunjung tinggi toleransi, menghargai nilai-nilai adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan antargenerasi muda.
Semangat toleransi tersebut juga mencakup penghormatan terhadap perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial. Para pemuda diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak kerukunan masyarakat.
Rex berharap komitmen dalam deklarasi tersebut tidak hanya menjadi pernyataan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun kampung masing-masing.
"Melalui dialog pemuda adat dan bakti sosial ini, saya berharap Pemuda semakin menyadari tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan, merawat persatuan, menghormati perbedaan, dan mendukung pembangunan daerah," harap Rex.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini juga menjadi pengingat bahwa pemuda Papua memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa sekaligus penggerak perubahan untuk mewujudkan Tanah Papua yang damai, toleran, harmonis, dan sejahtera.