Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura, Juprianus Palabiran, hadir sebagai narasumber utama pada kegiatan Studi Lapangan (STULA) dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I hingga VI Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pusat Pengembangan Kompetensi.
JAYAPURA | Papuareels.id — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura ditunjuk sebagai lokus kegiatan Studi Lapangan (STULA) dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I hingga VI Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pusat Pengembangan Kompetensi.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode distance learning selama periode 1 April hingga 31 Agustus 2026. Pelatihan tersebut diikuti oleh enam angkatan, masing-masing berjumlah 40 peserta.
Pelaksanaan STULA mengacu pada kebijakan terbaru Lembaga Administrasi Negara yang menitikberatkan pendekatan pembelajaran pada pemecahan masalah (problem solving), sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 433/K.1/PDP.07/2024.
Sebagai lokus kegiatan, Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura menjadi tempat pembelajaran bagi peserta dalam menganalisis berbagai persoalan nyata di lapangan serta merumuskan solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam tugas kepemimpinan pengawas.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura, Juprianus Palabiran, hadir sebagai narasumber utama.
Ia memaparkan profil satuan kerja, capaian target dan realisasi program kerja Tahun Anggaran 2023–2025, serta berbagai hambatan, kendala, dan masalah (HKM) yang dihadapi, termasuk upaya penanganan yang telah dan akan dilakukan.
Dalam pemaparannya, ia juga didampingi oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran serta Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan.
Selain menyampaikan materi teknis, Juprianus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menjadi pemimpin yang berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi kepemimpinan para peserta PKP, khususnya dalam menghadapi tantangan birokrasi modern yang menuntut inovasi, adaptasi, dan solusi nyata di lapangan.