-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Wamen Ossy Tekankan Kepastian Tanah Jadi Kunci Sukses TSTH2 di Danau Toba

02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T13:50:21Z
Rapat pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Danau Toba, Rabu (01/04/2026).

SUMATERA UTARA |  Papuareels.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan bahwa kepastian status tanah dan tata ruang menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Institut Teknologi Del, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Danau Toba, Rabu (01/04/2026).

“Kunci dari keberlanjutan investasi dan pengembangan kawasan seperti ini adalah kepastian. Kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah adalah hal utama yang akan kami pastikan,” tegas Ossy.

Menurutnya, tanpa kejelasan legalitas lahan, pengembangan kawasan berbasis riset seperti TSTH2 berpotensi terhambat, terutama dalam menarik investasi dan mempercepat implementasi program strategis nasional.

TSTH2 Disiapkan Jadi Pusat Riset Pertanian Modern

Kawasan TSTH2 dirancang sebagai pusat riset terintegrasi yang menggabungkan penelitian, inovasi, dan budidaya tanaman herbal serta hortikultura.

Fokus utamanya adalah menghasilkan bibit unggul dan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain menjadi laboratorium riset, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai hub pengembangan tanaman herbal skala nasional hingga internasional, sejalan dengan tren global penggunaan bahan alami di sektor kesehatan dan industri.

Pendekatan Berbasis Data Jadi Fondasi Kebijakan

Ossy menekankan bahwa seluruh kebijakan pembangunan, termasuk pengembangan TSTH2, harus berbasis data dan riset.

“Pengambilan keputusan tidak bisa lagi berdasarkan asumsi. Harus berbasis data agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, yang menegaskan pentingnya riset dalam mendukung ketahanan nasional.

“Kalau bicara ketahanan, semua harus melalui studi. Dari situlah kita punya data untuk menjalankan program, bukan sekadar keinginan,” kata Luhut.

Tantangan Berikutnya: Integrasi dan Eksekusi

Luhut menilai, berbagai komponen pendukung TSTH2 sebenarnya sudah tersedia, mulai dari riset, infrastruktur, hingga dukungan lintas sektor. Namun, tantangan terbesar kini adalah sinkronisasi dan implementasi di lapangan.

“Semua harus dipadukan dalam satu teamwork yang solid. Konsep sudah ada, sekarang bagaimana eksekusinya,” ujarnya.

Tinjau Langsung Fasilitas Pembibitan
Usai rapat, Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan jajaran kementerian meninjau fasilitas greenhouse di kawasan TSTH2.

Di lokasi tersebut, dikembangkan berbagai komoditas strategis seperti kentang, bawang, cabai, serta tanaman herbal yang menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian berbasis teknologi.

Dorong Kawasan Danau Toba Jadi Pusat Inovasi

Pengembangan TSTH2 juga menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan Danau Toba tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat inovasi pertanian dan riset nasional.

Dengan dukungan kepastian lahan, tata ruang, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis kawasan ini dapat menjadi model pengembangan pertanian modern berbasis sains di Indonesia.
×
Berita Terbaru Update