-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Salah Sasaran, ASN DPRK Nduga Jadi Korban Pengeroyokan Usai Laga Persipura

14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T15:47:26Z
Seniut Murib, korban pengeroyokan massa usai laga Persipura Jayapura VS Adhyaksa FC ketika menjalani perawatan di salah satu rumah di Jayapura.

SENTANI |  Papuareels.id – Kericuhan pasca pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026), memakan korban dari kalangan masyarakat sipil yang diduga salah sasaran.

Korban diketahui bernama Seniut Murib, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai staf di DPRK Nduga. Ia menjadi korban pengeroyokan saat melintas dari Koya menuju Sentani untuk pulang ke rumah usai aktivitasnya.

Saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/5/2026), Seniut mengaku tidak mengetahui adanya pertandingan sepak bola maupun kericuhan yang terjadi di sekitar lokasi saat dirinya melintas.

“Saya dari Koya pulang ke Sentani. Saya jalan lurus mau pulang. Sampai di dekat situ sudah mulai macet dan ada ban yang dibakar. Setelah melewati Polsek Sentani Timur, tiba-tiba ditengah kemacetan, saya kena lemparan batu dan dipukul menggunakan kayu balok di bagian telinga. Dari situ saya sudah hilang kesadaran,” ungkap Seniut.

Menurut Seniut, lemparan batu dan pukulan kayu balok yang mengenai bagian telinganya membuat dirinya kehilangan kendali atas kendaraan hingga menabrak beberapa mobil dan trotoar.

Namun nahas, setelah menabrak trotoar dan dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia diduga kembali menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang di lokasi kejadian.

“Setelah tabrak trotoar saya tidak tahu apa-apa lagi. Saya sadar sudah di rumah sakit,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Seniut mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi dan kini masih dalam tahap pemulihan.

Tak hanya itu, kendaraan miliknya juga mengalami kerusakan parah setelah menabrak trotoar. Mobil tersebut kemudian diamuk dan tak berselang lama, dibakar massa yang saat itu tengah melakukan pengejaran terhadap wasit pertandingan.

Dalam video yang beredar di media sosial, sempat muncul narasi bahwa kendaraan korban melintas di jalur yang salah dan diduga membawa wasit pertandingan. Namun pihak kuasa hukum menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Kuasa hukum korban, Naomi Demotekay, S.H. dan Theodora Indah Yosiana, S.H., menyebut klien mereka murni merupakan pengguna jalan dan tidak memiliki keterkaitan dengan pertandingan maupun perangkat pertandingan.

“Korban ini bukan mabuk. Kendaraan hilang kendali karena korban lebih dulu terkena lemparan batu dan pukulan kayu balok di bagian telinga hingga kehilangan kesadaran,” tegas Naomi Demotekay, S.H.

Pihak kuasa hukum juga mengungkapkan bahwa sebelum pengeroyokan terjadi, massa sempat meneriakkan bahwa kendaraan korban diduga membawa wasit pertandingan.

“Ada teriakan bahwa mobil ini membawa wasit. Setelah kendaraan dirusak dan mereka melihat tidak ada siapa-siapa di dalamnya, mereka kembali berteriak untuk mengejar wasit,” ungkapnya.

Atas insiden tersebut, Seniut meminta aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku.

“Pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum. Mobil saya juga harus dikembalikan,” tegas Seniut.

Di sisi lain, pihak kuasa hukum korban menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua dan Polres Jayapura atas respons cepat dalam menangani perkara tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Kapolres Jayapura. Saat ini sudah ada empat tersangka yang status hukumnya telah dinaikkan,” ujar Naomi.

Selain meminta proses hukum berjalan tuntas, pihak kuasa hukum juga berharap adanya perhatian dari pemerintah serta panitia pelaksana pertandingan terhadap kondisi korban, termasuk biaya pengobatan dan kerugian akibat kendaraan yang rusak dan dibakar massa.

Mereka berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat yang tidak terlibat dalam pertandingan maupun kericuhan.
×
Berita Terbaru Update