SENTANI | Papuareels.id – Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Jayapura yang juga tokoh adat Sentani, Yacob Fiobetauw, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian di Kabupaten Jayapura, khususnya Kota Sentani.
Ajakan tersebut disampaikan Yacob dalam jumpa pers bersama sejumlah tokoh adat dan pemuda di Sentani, Jumat (23/10/2026), menyikapi penemuan sepucuk senjata api saat terjadi kecelakaan lalu-lintas di Jalan Raya Abepura-Sentani tepatnya depan Rumah Makan Yougwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Yacob menegaskan, Kabupaten Jayapura merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Sebagai Ondofolo dan tokoh adat Sentani, ia menilai keamanan dan kedamaian harus dibangun melalui kesadaran bersama, penghormatan terhadap hukum, serta komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Yacob membacakan beberapa pernyataan sikap tokoh adat sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan keharmonisan kehidupan masyarakat.
•Menggunakan ruang publik secara tertib dan bertanggung jawab.
Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas umum, lingkungan kampus, dan ruang publik dengan tetap memperhatikan ketertiban serta menghormati hak orang lain. Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan hukum.
•Memperkuat persatuan dan komitmen kebangsaan.
Tokoh adat mengajak masyarakat menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menghindari tindakan yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.
•Menolak kekerasan dan menjaga ketertiban umum.
Seluruh elemen masyarakat diharapkan menghindari tindakan anarkis, intimidasi, maupun perbuatan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menghambat akses jalan, dan mengganggu kegiatan pendidikan.
•Menjunjung tinggi adat istiadat dan norma masyarakat setempat.
Yacob mengingatkan pentingnya menghormati hukum, adat istiadat, dan nilai sosial yang berlaku di Kabupaten Jayapura. Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” diharapkan menjadi pedoman dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.
•Mendorong penanganan persoalan sesuai ketentuan hukum.
Tokoh adat meminta pemerintah daerah dan kepolisian menjalankan tugas dan kewenangannya secara bertanggung jawab. Setiap dugaan pelanggaran hukum diharapkan ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Yacob menegaskan, beberapa poin tersebut merupakan seruan agar seluruh elemen masyarakat mengutamakan persatuan dan tidak membiarkan perbedaan pandangan berkembang menjadi konflik yang merugikan banyak pihak.
Dalam jumpa pers tersebut turut hadir Tokoh Adat Putali, Jhon Victor Monim, tokoh intelektual pemuda adat Sentani, Everly Taime, serta tokoh pemuda Kabupaten Jayapura, Manase Taime.
Para tokoh yang hadir turut mengajak masyarakat, pemuda, dan mahasiswa untuk menjaga keamanan serta menghormati adat istiadat yang berlaku di Kabupaten Jayapura.
Mereka berharap Sentani tetap menjadi tempat yang aman bagi masyarakat untuk bekerja, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menempuh pendidikan. Terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kebersamaan dan toleransi dinilai penting untuk menjaga suasana damai dan tenteram.