-->

Notification

×

Iklan Jayapura Kab

Iklan

Tag Terpopuler

Di Bawah Suasana Natal, Speedboat Pemerintah Mengantar Harapan Baru bagi Masyarakat Adat Asei Besar

17 Desember 2025 | Desember 17, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-17T11:10:54Z
Ondofolo Kampung Asei Besar, Marten Luter Ohee memperlihatkan bantuan dua unit speedboat dan dua unit mesinnya di pantai Kalkhote, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (17/12/2025).

SENTANI |  Papuareels.id — Di tepian Danau Sentani, tepat di Pantai Kalkhote, air mata syukur mengalir bersama senyum harapan. Di bawah suasana Natal yang penuh damai, masyarakat adat Kampung Asei Besar akhirnya merasakan sesuatu yang selama ini mereka rindukan yakni kehadiran negara yang nyata.

Dua unit speedboat lengkap dengan mesin dari Pemerintah Pusat bukan sekadar bantuan transportasi. Bagi masyarakat adat Kampung Asei Besar, itu adalah jawaban atas doa panjang, atas keterbatasan yang selama bertahun-tahun harus mereka hadapi dalam diam.

Ondofolo Kampung Asei Besar, Marten Luter Ohee, menyampaikan rasa haru dan syukur yang mendalam. Suaranya bergetar ketika ia berbicara tentang arti bantuan tersebut bagi anak-anak, orang tua, dan seluruh masyarakat kampung.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kampung Asei Besar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini sungguh kami rasakan dan kami terima dengan hati yang penuh syukur,” ucap Ohee dengan nada bergetar saat menerima bantuan tersebut, Rabu (17/12/2025).

Selama ini, keterbatasan transportasi air menjadi pergumulan utama masyarakat. Anak-anak sering terlambat ke sekolah, aktivitas ekonomi terhambat, bahkan pelayanan sosial kerap terkendala oleh jarak dan kondisi perairan.
“Anak-anak kami sering terlambat sekolah karena sulitnya transportasi. Sekarang, dengan adanya speedboat ini, mereka bisa berangkat lebih pagi, lebih aman, dan tidak lagi takut tertinggal pelajaran,” tutur Marten dengan mata berkaca-kaca.

Lebih dari sekadar alat angkut, speedboat itu menjadi simbol harapan baru, harapan akan masa depan yang lebih baik, pendidikan yang lebih terjangkau, dan kehidupan yang lebih layak.

“Speedboat ini bukan hanya sarana transportasi. Ini alat pelayanan, alat pengabdian untuk masyarakat. Ini membuka jalan bagi ekonomi, kesejahteraan, dan kemandirian kampung kami,” lanjutnya.

Di momen Natal yang sarat makna, bantuan tersebut terasa semakin istimewa. Bagi Marten Ohee, ini adalah bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jeritan sunyi masyarakat adat di kampung-kampung Papua.

“Kami tidak punya apa-apa untuk dibalas selain doa. Kiranya Tuhan memberkati Bapak Presiden dengan hikmat dan kekuatan dalam memimpin bangsa ini. Kiranya semua pihak yang bekerja keras, baik di pusat maupun daerah, selalu dilindungi Tuhan,” ucapnya lirih.

Sebagai pemimpin adat, Marten juga mengajak masyarakat Kampung Asei Besar untuk menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Bantuan ini adalah titipan untuk anak cucu kami. Mari kita jaga bersama, agar manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update